« LAILA MAJNUN (THE TRUE LOVE) I | Main | LAILA MAJNUN (THE TRUE LOVE) III »

LAILA MAJNUN (THE TRUE LOVE) II

No title

bg_097_2.gifbg_097_3.gif

alwiyahhhhhcolor_1.JPG

bg_097_4.gifbg_097_5.gif

Cinta Majnun terhadap Laila adalah sebuah metafora dari cintanya terhadap Tuhan. Artinya dengan mencintai Laila, dia sebenarnya sedang mencintai Tuhan. Melalui cintanya terhadap Laila, Majnun benar-benar menghilangkan egonya hingga sampai pada tingkatan peniadaan diri. Sehingga dia tidak memandang dirinya dan diri kekasihnya sebagai kesatuan yang terpisah melainkan sebagai satu kesatuan yang utuh. Dengan kata lain, kisah Laila Majnun adalah sebuah alegori dari perjalanan sufi untuk sampai kepada Tuhan. 

Sebagai akhir cerita, ada seorang sufi yang bermimpi melihat Majnun berada di samping Tuhan, dan Tuhan membelai-belai kepala Majnun dengan penuh kecintaan dan kasih sayang. Majnun disuruh duduk disamping Tuhan, kemudian Tuhan berkata kepada Majnun, "Tidakkah engkau malu memanggil Aku dengan nama Laila setelah kau teguk anggur cinta-Ku?" Sufi itu terbangun dalam keadaan cemas. Ia sudah melihat posisi Majnun. Lalu dimanakah posisi Laila? Tuhan kemudian mengilhamkan ke dalam hatinya, bahwa posisi Laila lebih tinggi lagi, karena Laila menyembunyikan kisah cintanya dalam hatinya. Kaum sufi menganggap Majnun dan Laila adalah kisah kecintaan seorang pencinta dengan Tuhannya, Kekasihnya. Majnun adalah pecinta. Sementara Laila adalah Tuhan, yang kecintaannya tersembunyi.Burn_heart_5

Only man can know the pain of having something he does not need, while needing something he does not have...

-from "Laila Majnun" by. Nizami Ganzavi-

"Pertemuan dengan Allah bukanlah (bagian) pengetahuan rasional tentang esensi Ilahi, melainkan "suatu penyaksian (syuhud) 'irfani yang menyeluruh yang dicapai lewat penglihatan batin (bashirah)"

-Ayatullah Khomeini-

('irfani : suatu gerakan maju terus menerus menuju Sumber Keagungan, yang dengannya sang salik terus berhubungan.)

Sifat cinta adalah bagaikan sifat air pada kedalaman bumi. Jika kita tidak cukup menggali, kita menemukan lumpur bukan air, tetapi manakala kita menggali dengan dalam, kita menemukan air murni.

Pesan sufi 9: 21-21

{from "The Heart of Sufism" - Hazrat Inayat Khan -}

                            

Comments

gwlleee benerrr syairnya bagus bgttttt, mirip sm punya iqbal , tapi omong-2 ada ciplakannya gak ???

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo

May 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Powered by Friendster Blogs
Member since 03/2005